Dear kamu…
Kamu itu bener-bener ga sensitif ya. Kamu ga pernah tau berapa kali aku mencoba menghindar untuk membuang jauh perasaan ini. Demi kamu. Demi aku. Tapi tiap kali itu pula, kamu tiba-tiba hadir di depan mata, meninggalkan jejak lagi di hati…dengan tanya dan dengan harap. Aku tidak buta, aku sadar sepenuhnya semua ini akan berakhir dengan hampa.
Aku ga tau seberapa besar artiku buat kamu. Sehingga setiap kali kamu masih bercerita soal hari-harimu. Soal rasa sakitmu ditinggal dirinya. Aku tidak percaya kamu bergantung hanya padaku. Tapi itulah yang membuat aku berpikir berulang-ulang. Suatu nanti ketika aku memilih untuk menganggapmu tiada, akankah kamu merasa sedih tak lagi dapat bercerita.
Tapi…sedikit lagi. Jika harapan lainku dikabulkanNya. Hanya tinggal sedikit lagi dimana aku tak harus memandangmu. Puaskan dirimu untuk bercerita, berkata. Dan bila akhirnya di hati ini mengucapkan “selamat tinggal”, kamu akhirnya bisa menemukan separuh dari nafasmu.
Ps.
Kembang api ini masih berusaha membuat kenangan indah di hatimu
Walau hanya kenangan indah
Aku menyayangimu
De