Di catut dari blogfam.com
Payudaranya pun Terpaksa Diangkat agar Tak Ganggu Tidur
Agar bisa terus memandikan dan menggendong Ashley, 9, orang tuanya berusaha sang putri memiliki tubuh yang sama hingga puluhan tahun ke depan. Ashley harus menjalani operasi untuk mencegah menstruasi dan mengonsumsi hormon yang menghambat pertumbuhan payudara.
Ketika teman-teman sebayanya asyik bermain dan berlarian ke sana kemari, Ashley hanya bisa berbaring di ranjang. Jangankan berjalan, berbicara maupun bergerak saja dia tak mampu. Bocah perempuan asal Seattle adalah penderita encephalopathy, kerusakan otak yang tak bisa disembuhkan.
Dia juga tak bisa menegakkan kepala sehingga orang tuanya harus memasukkan makanan melalui selang. Orang tuanya menyebut Ashley sebagai “malaikat bantal” karena selalu tergeletak di atas bantal.
Sang orang tua yang menyembunyikan identitas karena mendapat banyak kecaman itu khawatir tubuh Ashley akan bertambah besar sehingga mereka tak bisa lagi menggendong, memandikan, atau mengajaknya bepergian. Karena itu, mereka memutuskan untuk melakukan tindakan medis agar ukuran tubuh anaknya itu tetap seperti sekarang, yakni dengan tinggi 1,34 meter dan berat 34 kilogram.
Sejak tiga tahun lalu ayah dan ibu Ashley meminta dokter di Children’s Hospital and Regional Medical Center, Seattle, mengangkat uterus dan kedua payudara anaknya itu agar tidak mengganggu saat tidur tengkurap. “Ini semua kami lakukan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Kami menginginkan dia tetap bisa dipindah dan ikut dalam kegiatan keluarga bersama saudaranya, ” tulis orang tua Ashley dalam blog mereka yang diluncurkan 1 Januari lalu.
Tindakan itu menuai kecaman. Misalnya, kalangan medis mempertanyakan etika kedokteran dalam kasus tersebut. Sedangkan aktivis kemanusiaan menganggap tindakan itu telah melanggar harga diri Ashley. “Ini adalah kasus pertama yang saya ketahui. Tapi, mungkin, ini kasus yang sangat rumit hingga kita tidak bisa mengatakan benar atau salah,” ujar Dr Jeffrey Brosco, dokter anak di Universitas Miami.
Namun, Dr Daniel Gunther, salah seorang dokter anak yang ikut menangani operasi Ashley, menilai tindakan tersebut sudah tepat. Operasi itu dilakukan atas dasar kemanusiaan. Tidak menjadi dewasa merupakan hal terbaik bagi Ashley. “Memang, saat mendengarnya kali pertama, orang akan marah. Tapi, kalau benar-benar mau menelaah secara bijaksana, Anda akan tahu bahwa semua ini demi keuntungan anak tersebut,” tutur Gunther. (bbc/any)
Kalo ada yang mau cerita lengkapnya bisa di cek di
http://ashleytreatment.spaces.live.com