De’s World

Hepi Mother’s Day

Desember 22, 2006 · Tinggalkan sebuah Komentar

Bu…pasti dulu berat banget yah waktu hamil aku. Bawa-bawa seonggok janin yang perlahan menjelma jadi manusia kecil kemana-kemana. Belum lagi harus mengalami perubahan fisik. Yang tadinya langsing jadi melebar. Yang mulus jadi jerawatan. Belum lagi perut yang gatalnya ga karu-karuan akibat membengkak. Lebih berat lagi waktu melahirkan aku yah, bu. Gimana bisa manusia kecil ini keluar dari rahimmu. Merobek sebagian daging tubuhmu. Dan darah yang tercecer kemana-mana. Lalu kerakusan aku akan air susumu. Teriakan-teriakan dari tangisanku. Ompolku yang ga berhenti-henti. Belum lagi mengajak bermain dikala dirimu ingin tertidur lelap. Lantas begitu sudah besar, aku ga kapok-kapok menyanggah omonganmu. Pura-pura ga dengar. Tapi, bu, ga ada tuh kata-kata darimu yang ingin memecat aku sebagai anakmu. Alih-alih begitu kamu selalu mendoakan aku. Untuk kesehatanku, untuk kesuksesanku, untuk jodohku, untuk aku yang juga kelak akan menjadi seorang ibu. Bu…apa yah…ga ada yang bisa aku ucapkan. Aku hanya berharap Tuhan membaca langsung isi hatiku dan mengabulkannya.

Ibu, aku sayang ibu.

Kategori: Favorit De

PUAS part 2

Desember 22, 2006 · Tinggalkan sebuah Komentar

Udah gede emang aku

Aku ga sembunyi

Aku bisa menahan untuk tidak berperilaku konyol

Dan alih-alih dapet cowok….sekarang aku malah dapet adik

Tapi aku puas

Inilah garisanNya

Yah jalanin ajah

*-^

Kategori: Cerita Seru De

PUASSS!

Desember 22, 2006 · Tinggalkan sebuah Komentar

Akhirnya aku sudah menepati janjiku. Tugas yang harus kuselesaikan emang belum dikumpulkan dan belum dinilai. Tapi sekarang kondisinya officially done lah. Jadi aku sudah bisa melakukan yang ingin kulakukan. Mengatakan yang harus aku katakan.
Dan datanglah aku kepadanya. Semula aku kira aku akan gemetaran ga karu-karuan. Gimana enggak, aku akan menyatakan perasaan. Lah ternyata aku malah terlibat pembicaraan lain yang membuat aku bisa memandangnya, mendengar suaranya dan akhirnya bisa menguasai keadaan. Lantas aku berpikir…apa aku harus mundur. Tapi! Telat! Tekadku udah bulat! Aku bukan orang yang senang menunggu dalam gelisah. Setidaknya pernyataan ini akan menimbulkan suatu kepastian.
Jadilah setelah pembicaraan itu selesai pada ujungnya. Sepucuk surat aku letakkan di mejanya. Dan aku kaburrrrrrr! ^-^

Sekarang dia sudah tahu semuanya. Sekarang aku bisa menghadapi kenyataan. Kalo memang sebatas dia tahu saja, yah aku rasa itu sudah cukup mewakili perjuanganku. Aku tidak pulang dengan tangan kosong. Yang penting dia tahu bahwa dia bukan hanya sekedar sanDAl jaPIT yang jadi sebutan keren buatnya, bukan pula sekedar Pangeran Senja yang kuucap dalam puisi-puisi manisku atau bukan hanya Pelangi yang menghiasi hidupku. Tapi dia adalah seorang R….A…. yang memberikan arti lebih untuk diriku.

Kategori: Cerita Seru De