Mungkin dia memang tercipta untuk sekedar singgah sebentar
Mungkin dia ada dalam cerita hanya untuk mengukir kenangan sesaat
Mungkin aku tak sadar telah berharap banyak padanya
Mungkin aku tak kuasa menahannya untuk mengukir sejarah
Yang terbaring dalam lelap
Siapakah kelak yang akan membangunkanmu
Karena ternyata bukan aku
Bukan sentuhanku yang mampu mengelus lembut pipimu
Atau mencium sayang dahimu
Harap setidaknya matamu terbuka walau sekejap
Berikan senyum hangat walau hanya untuk mengingat
Bahwa aku pernah berada disampingmu untuk sedetik saja
Dan tidurlah kembali setelahnya
Maka aku akan menangis dalam diam
Untuk hilang kembali kedalam kelamnya hari
Selamat tidur, pangeran senja